Ada sesuatu yang ingin kuceritakan hari ini...
— Selamat Ulang Tahun —
Hari ini spesial, karena orang yang spesial sedang berulang tahun. Lewat halaman kecil ini, aku mau cerita ulang perjalanan kita — dari awal ketemu sampai hari ini. 🥂
Perjalanan sejak pertama kali dipertemukan
Semua berawal dari tempat yang paling tidak terduga — pekerjaan. Bukan lewat cara romantis, bukan direncanakan, hanya dua orang yang kebetulan berada di lingkungan kerja yang sama. Tapi dari situlah semua dimulai. Siapa sangka, obrolan-obrolan kecil di sela kesibukan kerja ternyata jadi awal dari sesuatu yang jauh lebih berarti.
Yang awalnya sekadar sapa dan urusan pekerjaan, perlahan berubah jadi cerita panjang. Semakin sering bicara, semakin terasa nyaman, sampai akhirnya sadar bahwa kehadiranmu sudah bukan lagi sekadar rekan — tapi seseorang yang ditunggu setiap harinya.
Ada masa-masa berat yang dilewati bersama — capek kerja, salah paham, atau sekadar hari yang buruk. Tapi di titik itu jugalah terbukti kalau kita bisa saling menguatkan, bukan saling meninggalkan.
Dari pertemuan sederhana di tempat kerja, sampai hari ini masih bisa berjalan bersama — itu bukan kebetulan biasa. Semoga perjalanan ini terus berlanjut, jauh lebih panjang dari yang dibayangkan.
Beberapa kenangan yang tak terlupakan
Masih ingat momen kamu takut ketinggian, dan waktu itu cuma ada kita berdua di sana. Tanganmu erat menggenggam, wajahmu tegang, tapi tetap dipaksakan melangkah pelan-pelan. Lucu sekaligus manis — di titik paling takutmu, kita saling menguatkan satu sama lain.
Semua keluh kesah tentang masa lalumu, tentang hal-hal yang dulu belum sempat terwujud, aku dengar satu per satu. Bukan sekadar didengar — tapi jadi sesuatu yang ingin aku perjuangkan. Perlahan, berusaha mewujudkan apa yang dulu belum pernah kesampaian, karena kamu pantas merasakannya sekarang.
Perjalanan pertama naik sepeda bersama, jauh sampai ke salah satu wisata Gunung Bromo. Capek di jalan, tapi setiap kilometernya jadi cerita sendiri. Di sana, banyak momen yang tiba-tiba terlintas di pikiran — tentang perjalanan kita, tentang semua yang sudah dilalui, dan tentang betapa berharganya waktu itu untuk dikenang selamanya.
Takut ketinggian yang dilewati berdua, luka masa lalu yang perlahan diperjuangkan untuk sembuh, dan perjalanan panjang naik sepeda sampai Bromo — semuanya ternyata bercerita hal yang sama: tidak ada yang harus dilalui sendirian. Setiap rasa takut, setiap capek, setiap keluh kesah, selalu ada yang menemani sampai ke puncaknya. Itulah kenapa semua momen itu begitu berharga — bukan karena tempatnya, tapi karena ada siapa di dalamnya.






Ibumu sangat menyayangimu, bahkan sangat peduli kepadamu — jangan pernah lupakan itu.
Dan janganlah pernah benci sama ibumu. Dialah yang berjuang sendiri untukmu, di saat sosok ayah hilang dari posisinya. Dia yang menggantikan peran itu, tanpa pernah mengeluh, tanpa pernah minta balasan.
Dan jangan terlalu benci sama ayahmu, bagaimanapun dia memperlakukanmu. Bagaimanapun caranya, dia tetap sosok ayah — satu-satunya yang kamu punya.
Dan ingatlah, aku selalu merindukanmu dan mengkhawatirkanmu di setiap detik, di setiap tarikan nafasku.
Jangan pernah merasa tidak ada yang peduli sama kamu. Aku selalu mendoakanmu, dan diam-diam mengkhawatirkan keberadaanmu.
Semoga panjang umur, sehat selalu, dan semua mimpi baiknya tercapai.